Asap Pabrik bagi Lingkungan
1.
Pencemaran udara adalah salah satu masalah lingkungan terbesar yang dihadapi oleh manusia. Asap pabrik merupakan salah satu penyebab utama terjadinya pencemaran udara. Gas buang yang dihasilkan oleh pabrik memiliki kandungan yang berbahaya bagi lingkungan, terutama makhluk hidup. Asap pabrik merupakan salah satu sumber polusi udara yang harus cepat diatasi agar tidak membuat lingkungan menjadi rusak.
Sumber pencemaran udara bisa berasal
dari kejadian yang alami maupun buatan. Kejadian alam yang menjadi salah satu
sumber pencemaran udara adalah bencana alam. Bencana alam seperti gunung
meletus, banjir, dan kebakaran hutan dapat mempengaruhi kondisi udara di suatu
wilayah, begitu pula tingkat polutannya.
Sumber pencemaran udara lainnya yakni
yang berasal dari hasil perbuatan manusia. Misalnya aktivitas pabrik yang
menghasilkan asap yang mengandung bahan kimia yang membumbung ke angkasa.
Selain itu, jumlah kendaraan berbahan bakar fosil memberikan kontribusi
peningkatan jumlah karbondioksida dan gas beracun lainnya ke udara.
Pabrik yang menghasilkan asap akan
memproduksi polutan seperti nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan hidrokarbon.
Bahan kimia ini bereaksi dengan sinar matahari untuk menghasilkan kabut asap,
kabut tebal atau kabut polusi udara. Kabut asap begitu tebal seperti dapat
mengakibatkan orang jarang bisa melihat matahari. Kabut asap bisa berwarna
coklat atau biru keabu-abuan, tergantung polutan yang ada di dalamnya.
Ketika polutan udara seperti nitrogen
oksida dan sulfur dioksida hasil asap produksi pabrik bercampur dengan uap air,
mereka berubah menjadi asam. Mereka kemudian jatuh kembali ke bumi sebagai
hujan asam. Angin sering membawa hujan asam jauh dari sumber polusi. Hujan asam
dapat membunuh berbagai vegetasi yang dialirinya. Hujan asam juga dapat merusak
kualitas danau, sungai, dan saluran air lainnya. Ketika danau menjadi asam,
ikan tidak dapat bertahan hidup. Hujan asam juga mengikis marmer dan jenis batu
lainnya. Hujan asam dapat menghapus kata-kata di batu nisan dan merusak banyak
bangunan dan monumen bersejarah.
Selain mengakibatkan hujan asam, asap
pabrik juga berpotensi meningkatkan efek rumah kaca. Gas rumah kaca seperti
karbondioksida dan metana yang dihasilkan salah satunya dari asap hasil limbah
pabrik sebenarnya diperlukan untuk menyerap sinar matahari dan menahannya di
Bumi. Dengan demikian, Bumi tetap hangat dan menyerap energi dari matahari
untuk kehidupan. Namun, apabila jumlah lebih tinggi dari yang sewajarnya, maka
efek rumah kaca yang terbentuk akan meningkatkan suhu di permukaan Bumi secara
global. Hal ini dikenal dengan global warming.
Sangat informatif sekali kak
BalasHapus